Arrows Impossibility Theorem

Arrows Impossibility Theorem

Apa itu Arrow's Impossibility Theorem?

Arrow's Impossibility Theorem adalah teori ketidakmungkinan dimana sangat sulit bagi orang-orang yang memiliki tujuan berbeda, untuk menggunakan voting (memilih) dalam membuat suatu keputusan kolektif. Voting dalam hal ini dilakukan oleh pemilih dari berbagai aspek seperti pemilihan kepala negara oleh rakyat, voting kebijakan oleh pemerintah dan voting untuk keputusan – keputusan lainnya.

Arrow's Impossibility Theorem disebut juga Arrow Paradoks yang menjelaskan bahwa tidak mungkin pemilih yang memiliki tiga atau lebih alternatif (banyak opsi) yang berbeda untuk dapat diwakilkan aspirasinya dalam sebuah keputusan yang lengkap.

Sejarah Teori Ketidakmungkinan Arrow

Teorema ini ditemukan oleh ekonom Kenneth J. Arrow. Arrow, yang memiliki karir mengajar yang panjang di Universitas Harvard dan Universitas Stanford, memperkenalkan teorema tersebut dalam tesis doktoralnya dan kemudian mempopulerkannya dalam bukunya tahun 1951, Pilihan Sosial dan Nilai Individual. Makalah asli, berjudul Kesulitan dalam Konsep Kesejahteraan Sosial, membuatnya mendapatkan Penghargaan Nobel dalam Ilmu Ekonomi pada tahun 1972.

Penelitian Arrow juga telah mengeksplorasi teori pilihan sosial, teori pertumbuhan endogen, pengambilan keputusan kolektif, ekonomi informasi, dan ekonomi diskriminasi rasial, di antara topik-topik lainnya.

Kriteria Teori Ketidakmungkinan Arrow

Teorema Arrow menyatakan bahwa di dalam sebuah situasi di mana hanya terdapat dua pemilih dan tiga alternatif pilihan, adalah mustahil untuk membentuk suatu prosedur pengambilan keputusan yang dapat memenuhi keempat kriteria antara lain:

  1. Prinsip non-dictatorship (Non-kediktatoran)

Keinginan banyak pemilih harus dipertimbangkan dari individu-individu yang lain. Sebagai contoh, tidak ada situasi di mana keputusan “X” yang telah menjadi keputusan final, merupakan preferensi dari individu “a” saja, karena individu lain “b”, “c”, “d”, dan seterusnya memiliki preferensi “X” juga.

  1. Efisiensi Pareto

Situasi di mana peningkatan alokasi keuntungan oleh satu pihak dari suatu sumber daya tidak akan mengurangi alokasi keuntungan pihak lain dari sumber daya yang sama. Contohnya adalah pembagian 20 buah pensil kepada dua orang anak, di mana masing-masing anak mendapat 10 buah pensil.

Alokasi tersebut adalah Pareto efisien karena jika alokasi pembagian pensil diubah salah satu anak ditambah satu pensil misalnya, penambahan tersebut harus mengambil dari pihak lain. 

  1. Independensi Alternatif yang Tidak Relevan

Sedangkan prinsip independence of irrelevant alternatives (IIA) menyatakan bahwa jika alternatif pilihan sosial adalah antara pilihan x dan pilihan y, maka pilihan sosial tersebut tergantung sepenuhnya pada preferensi pemilih atas x dan y. Artinya, keputusan sosial tidak berubah seandainya ada alternatif pilihan ketiga “z”.

  1. Domain Tidak Terbatas

 Pemilihan harus memperhitungkan semua preferensi individu.

  1. Tata Tertib Sosial

Setiap individu harus dapat mengatur pilihannya dengan cara apa pun dan menunjukkan ikata aturan yang terikat dalam kehidupannya.

Demokrasi bergantung pada suara orang yang didengar saja. Misalnya, ketika pemerintahan baru akan dibentuk, diadakan pemilihan, dan orang-orang menuju tempat pemungutan suara untuk memberikan suara. Jutaan suara kemudian dihitung untuk menentukan siapa kandidat paling populer dan yang dikenal oleh pemilih.

Teorema Arrow merupakan bagian dari teori pilihan sosial, sebuah teori ekonomi yang mempertimbangkan apakah masyarakat dapat diatur dengan cara yang mencerminkan preferensi individu yang diakui dan dipuji sebagai terobosan yang berpihak pada kesejahteraan ekonomi.

Referensi: dhietamustofa, Investopedia.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar