Asset Under Manajemen

Asset Under Manajemen

Apa itu Asset Under Manajemen (AUM)?

Asset Under Management (AUM) adalah  total nilai asset reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi. Total nilai tersebut didapatkan dari nilai pasar atau nilai terupdate sebuah aset yang dibelikan pada jenis – jenis investasi.

Istilah AUM juga berkaitan dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) suatu produk reksadana. NAB mengukur harga satu produk reksa dana sedangkan AUM menghitung total semua produk reksa dana yang dikelola satu perusahaan tersebut.

Fungsi Asset Under Manajemen (AUM)

Asset Under Management (AUM) berfungsi sebagai indeks tolak ukur pengelolaan dana. Asset Under Management (AUM) memberitahukan kenaikan penurunan aset, maka jika Asset Under Management (AUM) dikelola dengan baik akan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

Asset Under Management (AUM) juga dapat dijadikan sebagai indikator ukuran kepercayaan investor terhadap produk reksadana. Semakin banyak produk reksadana dibeli oleh masyarakat maka akan jug dapat meningkatkan nilai Asset Under Management (AUM).

Asset Under Management (AUM) juga mencerminkan kapasitas dan skala dari perusahaan Manajer Investasi yang mengelolanya. Semakin besar nilai AUM akan memberikan tantangan dan kesulitan dalam pengelolaannya, oleh karena itu dibutuhkan SDM yang cukup handal. Beberapa perusahaan manajer investasi membandingkan ukuran AUM dengan para pesaing sebagai ukuran keberhasilan, sehingga pengungkapan yang akurat sangat penting untuk mengevaluasi kinerja manajer aset dengan benar.

Aturan Asset Under Manajemen (AUM)

Otoritas Jasa Keuangan dalam peraturannya No.23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif menetapkan batasan minimal dana kelolaan sebuah reksadana sebesar Rp10 miliar dan tidak ada batas maksimumnya sehingga bisa mencapai triliunan rupiah.

Pengelolaan Asset Under Manajemen (AUM)

Investor mendapatkan keuntungan dari pengelolaan manajer investasi yang mengelola reksadana dengan membeli aset-aset ini mengambil keputusan investasi atas nama investor. Oleh karena itu, AUM adalah indikator ukuran kepercayaan investor terhadap produk reksadana atau manajer investasi yang mengelolanya.

Namun, investor perlu tahu bahwa semakin besar dana kelolaan maka akan menyulitkan reksadana tersebut untuk bermanuver dan mengurangi fleksibilitas sang pengelola dana dalam mendapatkan profit yang optimal.

Hal ini disebabkan karena satu reksadana dibutuhkan minimal 10 efek. Menurut aturan OJK, batas maksimal kepemilikan satu efek adalah 10 persen dari AUM reksadana maka untuk Rp 10 hanya diperbolehkan Rp1 triliun dalam 1 efek.

Aturan juga membatasi reksadana boleh berinvestasi di suatu saham dengan porsi maksimal 5 persen dari nilai modal disetor saham yang akan dibeli. Karena batasan tersebut, reksadana AUM besar cenderung untuk berinvestasi pada saham-saham dengan kapitalisasi besar.

Rumus Asset Under Manajemen (AUM)

AUM menghitung total semua produk reksa dana yang dikelola satu perusahaan tersebut.

Maka,

AUM = Total dari Net Asset Value

Dimana,

Net Asset Value = Nilai Aset – Nilai kewajiban

NAB biasanya diwakili per unit. Dalam kasus seperti itu, rumusnya adalah:

Net Asset Value = (Nilai Aset – Nilai kewajiban)/Jumlah Unit Beredar

 

Cara Menghitung Net Asset Value

Misalkan, perusahaan investasi mengelola reksa dana dan ingin menghitung nilai aset bersih untuk satu unit.

Nilai sekuritas dalam portofolio: 75 M (berdasarkan harga penutupan pasar di hari itu)

Kas dan setara kas: 15 M

Pendapatan yang masih harus dibayar untuk hari ini: 24 M

Kewajiban: 12 M

Beban masih harus dibayar untuk hari itu: 1 M

Unit beredar: 20 M

Net Asset Value = (75 M + 15 M + 24 M - 12M – 1M)/20M = 5.05 Per unit

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar