Cara Mendapatkan Dividen

Cara Mendapatkan Dividen

Apa itu Deviden ?

Deviden adalah bagian laba hasil usaha yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai dengan jumlah kepemilikan saham yang dimiliki investor tersebut, besarnya jumlah deviden yang akan dibagikan akan dibahas terlebih dahulu dalam sebuah RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).

Perhitungan Deviden

Terkait besarnya jumlah total deviden yang dibagikan perusahaan akan dibahas dan disepakati ketika RUPS. Porsi laba akan dialokasikan sebagian untuk laba ditahan dan sebagian untuk dividen. Alokasi dividen terhadap laba disebut dividen payout ratio.

Setiap investor akan mendapatkan nilai nominal yang sama atas 1 lembar deviden namun jika di akumulasi besaran deviden yang akan diterima investor tergantung dari berapa banyak lembar saham yang dimiliki investor tersebut.

Misalkan Deviden /lembar saham adalah Rp20/lembar lalu Investor A memiliki 10.000 lembar saham sedangkan investor B memiliki 50.000 lembar saham maka, Investor A akan mendapatkan deviden sebesar Rp20 x 10.000 lembar = Rp200.000 sedangkan investor B akan mendapatkan Rp20 x 50.000 lembar = Rp1.000.000.

Jenis – Jenis Deviden

Biasanya ada 2 jenis deviden yang selalu dibagikan perusahaan :

1. Deviden Tunai

Yaitu pembagian deviden dalam bentuk Cash yang akan ditransfer langsung ke Rekening Dana Investor.

2. Deviden Saham

Yaitu pembayaran deviden dalam bentuk saham, pembayaran deviden dalam bentuk ini akan menambah kepemilikan investor tersebut. Pembagian deviden saham ini tidak akan mengubah kapitalisasi pasar karena cara pembagiannya seperti stock split. Deviden saham diberikan jika keadaan kas tidak memungkinkan untuk membagi deviden tunai.

Tanggal penting pembayaran Deviden

Ada beberapa tanggal penting yang harus diperhatikan investor dalam rangka pembayaran deviden :

  1. Tanggal pengumuman ketika perusahaan menginformasikan akan membagikan jumlah dividen dan bentuk dividen
  2. Tanggal cum dividen yaitu tanggal terakhir terdaftarnya seorang investor jika ingin menjadi penerima deviden
  3. Tanggal Ex dividen yaitu ketika investor membeli saham perusahaan tersebut, namun sudah tidak memilki hak untuk mendapatkan dividen.
  4. Recording date atau Tanggal pencatatan yaitu jadwal ketika perusahaan mulai mendata setiap nama investor yang berhak untuk menerima dividen
  5. Payment date yaitu tanggal pembayaran dividen ke rekening investor

Ilustrasi, misalakan Bank BRI akan membagikan dividen dengan tanggal penjadwalan sebagai berikut :

Cum deviden    : 01 – Januari – 2021

Ex date                  : 02 – Januari – 2021

Recording date: 04 – Januari – 2021

Payment date   : 25 – Januari – 2021

Cara mendapatkan dividen

Jika investor ingin mendapatkan dividen maka, investor harus memiliki saham Bank BRI (studi kasus diatas) minimal sampai penutupan bursa ditanggal Cum dividen (1 januari 2021) jika investor menjual sahamnya sebelum penutupan tanggal Cum dividen, investor tidak akan mendapatkan dividen atau pun jika investor baru membeli saham tersebut saat Ex date (2 januari 2021), investor tersebut juga tidak akan memiliki hak untuk mendapatkan dividen.

Saat Recording date perusahaan akan mendata investor yang memiliki hak untuk mendaptakan dividen dan dividen akan dibayarkan pada tanggal 25 Januari 2021.

Apakah Investor harus menunggu 1 tahun untuk mendapatkan dividen ?

Investor tidak harus menunggu selama 1 tahun untuk mendapatkan dividen, investor bisa mendapatkan hak memiliki dividen hanya dengan membeli saham perusahaan tersebut sebelum penutupan bursa ditanggal EX date. Maka, investor sudah terdata sebagai penerima dividen. Bahkan ada beberapa perusahaan yang membagikan dividen 2 – 4 kali dalam setahun.

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

 

 

 

 

 

           

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar