Matriks Bisnis Subscribtion Dalam Startup Saas/IaaS/PaaS

Matriks Bisnis Subscribtion Dalam Startup Saas/IaaS/PaaS

Startup Dengan Bisnis Model Subscription

Startup dengan Bisnis model berlangganan atau Subscription adalah sebuah perusahaan startup yang mempunyai model bisnis dimana pelanggan atau costumer harus membayar harga langganan untuk dapat memiliki akses ke produk/jasa dari startup tersebut. Model ini dipelopori oleh majalah dan surat kabar tetapi sekarang digunakan oleh banyak perusahaan dan website.

Jenis – jenis layanan

1. SaaS (Software as a service) adalah model distribusi perangkat lunak di mana penyedia pihak ketiga menghosting aplikasi dan membuatnya tersedia untuk pelanggan melalui Internet.

2. PaaS (Platform as a Service) adalah sebuah layanan untuk pengembang (developer) untuk menyewa semua yang mereka butuhkan untuk membangun aplikasi yang mengandalkan penyedia cloud untuk alat pengembangan, infrastruktur, sistem operasi dll.

3. Infrastructure as a service (IaaS) adalah infrastruktur komputasi instan, yang disediakan dan dikelola melalui internet. Dalam arti lainnya IaaS adalah layanan komputasi awan yang umumnya berupa satu paket perangkat hardware komputer yang berwujud virtual yang disediakan bersama dengan jaringan internet, bandwitch, dukungan alamat IP, keseimbangan beban, jaminan online secara realtime (terus menerus koneksi ke internet) dan keamanan.

Kenapa matriks bisnis dalam startup subscription itu penting?

Sama halnya dengan perusahaan lain, perusahaan startup didirikan juga untuk mendapatkan laba. Namun bedanya, model startup tidak menjalankan bisnis yang sudah tervalidasi atau yang sudah dijalankan sebelumnya. Perusahaan startup lebih mengarah pada pencarian bisnis yang belum tervalidasi atau yang belum pernah ada sebelumnya.

Atas dasar hal tersebut perusahaan jarang yang mendapatkan laba atau pendapatan di awal – awal fase perusahaan beroperational.

Untuk menilai atau memberikan valuasi terhadap perusahaan model tersebut tidak dapat digunakan pendekatan dengan variable pada perusahaan konvensional yang hanya berpatokan pada volume dan penjualan produk, maka untuk perusahaan startup khususnya dengan model bisnis subscription dapat digunakan beberapa variabel atau metriks lain khusus.

Matriks bisnis dalam startup subscription

Berikut adalah variabel atau metriks penting yang digunakan untuk startup:

1. User Traffic to Trial Conversion Rate

User Traffic to Trial Conversion Rate adalah sebuah ratio untuk melihat seberapa besar dari traffic atau user maupun pengunjung berubah menjadi costumer trial. Ratio ini dapat membantu perusahaan dalam melihat seberapa uniq dan usefull suatu product atau layanan dari perusahaan tersebut dapat diterima oleh para pengunjung.

Misalkan suatu website memiliki pengunjung 50.000 dalam sehari namun yang mau mencoba hanya 10 pengunjung, maka rationya hanya 0,02%. Ratio dapat dihitung dalam bulanan sebagai monitor.

2. Trail to New Subscriber Conversion Rate

Trail to New Subscriber Conversion Rate adalah sebuah ratio untuk mengukur ketertarikan dari konsumen terhadap suatu produk atau layanan dari trial menjadi berlangganan atau subscriber. Ketertarikan itu kemungkinan didapatkan dari nilai - nilai yang terkandung dalam suatu produk atau layanan yang menjadi variabel penting untuk pertumbuhan suatu perusahaan.

Subscriber menjadi penting bagi model bisnis ini karena sumber pendapatan perusahaan akan didapatkan dari subscriber, misalkan dalam sebulan terdapat 50 calon pelanggan melakukan trial dan dari 50 pelanggan tersebut 30 orang melakukan pendaftaran menjadi pelanggan, maka 30 dibagi 50 sebesar 60% pelanggan mendaftar.

3. Average Revenue per Costumer (ARPC)/MRR/ARR

Average Revenue per Costumer (ARPC)adalah Average Revenue Per User (ARPU) adalah rata – rata pendapatan yang dihasilkan per pengguna atau user. Average Revenue Per User (ARPU) dihitung dengan membagi pendapatan total dengan jumlah total penggunanya, maka rumusnya adalah sebagai berikut:

ARPU = Total Pendapatan / Jumlah user (pengguna).

Average Revenue Per User (ARPU) digunakan dalam bulanan MRR (Monthly Recurring Revenue) atau bahkan mungkin tahunan (ARR) Annual Recurring Revenue, Setiap perusahaan yang menjual langganan bulanan mungkin menggunakan bulanan.  Jumlah user dapat merujuk pada jumlah user yang aktif tergantung dari model bisnisnya.

Sebagai contoh dalam sebulan perusahaan startup mendapatkan laba sebesar 5Juta, dengan jumlah user 12.000 maka pendapatan per user adalah Rp 416.

4. Churn rate

Churn rate adalah tingkat dimana costumer atau pelanggan berhenti melakukan purchased atau transaksi selama kurang dari 12 bulan minimal satu kali. Semakin tinggi churn rate maka mengindikasikan produk ditinggal oleh pelanggan, sehingga perusahaan marus dapat mengevaluasi kelemahan dari produknya. Churn rate dapat terjadi dari tahun ke tahun namun startup yang bagus harus memiliki tingkat Active costumer rate harus lebih besar dari pada churn rate.

Untuk menghitung jumlah active costumer rate digunakan rumus sebagai berikut:

Jumlah costumer yang tidak aktif selama 12 bulan / total costumer *100

Growth (Pertumbuhan) Churn rate dapat dihitung dengan rumus:

(Jumlah tidak active user saat ini – Jumlah tidak active user awal) / Jumlah tidak active user awal * 100

 

5. Life Time Value (LTV)

Life Time Value (LTV) perkiraan pendapatan rata-rata yang akan dihasilkan pelanggan atau costumer sepanjang umur mereka sebagai pelanggan (costumer). Life Time Value (LTV) dapat dihitung dengan banyak cara. Dalam kasus model langganan atau subscribe, metode sederhana adalah dengan mengambil rata-rata jumlah bulanan yang diharapkan dari setiap pelanggan dan membaginya dengan churn rate Anda.

Misalnya jika biaya 500.000 per bulan dan churn rate Anda adalah 5%, LTV Anda untuk pelanggan baru adalah (500.000 / 0.05) yaitu 10.000.000.

Life Time Value (LTV) adalah variabel kunci dalam forcasting atau estimasi pendapatan, karena setiap pelanggan tambahan menghasilkan pendapatan tambahan per bulan dan “sepanjang masa pakai” yang diproyeksikan.

Menambahkan Life Time Value (LTV) dalam biaya marketing akan membantu mendapatkan gambaran yang lebih baik tentang pentingnya setiap pelanggan. Secara khusus, Biaya Akuisisi Pelanggan (Cost Acquisition Cost), biaya untuk mendapatkan satu pelanggan baru, untuk setiap segmen harus selalu lebih rendah dari Nilai Umur pelanggan baru atau new Life Time Value (LTV)

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar