Securities crowdfunding

Securities crowdfunding

Apa itu Securities crowdfunding (SCF)?

Securities crowdfunding (SCF) adalah sebuah penawaran efek (securities) melalui layanan urun dana (crowdfunding) berbasis teknologi informasi. Layanan Urun Dana itu sendiri adalah penyelenggaraan layanan penawaran efek yang dilakukan oleh perusahaan (UMKM dan Startup) untuk menjual efek secara langsung kepada pemodal melalui jaringan sistem elektronik yang bersifat terbuka.

Securities crowdfunding (SCF) merupakan sebuah regulasi penyempurnaan dari Equity crowdfunding yang telah disahkan sebelumnya.

Berbasis teknologi informasi itu sendiri adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan informasi elektronik di bidang layanan jasa keuangan.

Fungsi dan tujuan securities crowdfunding (SCF)

Securities crowdfunding (SCF) bertujuan untuk memberikan alternatif pendanaan bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) maupun pelaku usaha pemula (startup) untuk mendapatkan dana melalui pasar modal. Oleh karena hal itu perlu memperluas cakupan penawaran efek dalam layanan urun dana sehingga manfaat yang didapatkan dapat lebih optimal.

Legalitas Securities crowdfunding (SCF)

Penyelenggara yang akan melakukan Layanan Urun Dana wajib memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan sesuai dengan Regulasi Securities crowdfunding (SCF) diterbitkan melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 57 /Pojk.04/2020 Tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi.

Securities crowdfunding (SCF) resmi diluncurkan 4 Januari 2021 dengan harapan bisa menjadi alternatif sumber pendanaan bagi UMKM untuk mengembangkan usahanya dan pemulihan ekonomi nasional karena dampak pandemi covid-19.

Perbedaan Securities crowdfunding (SCF) dengan Equity crowdfunding (ECF)

Berikut ini adalah poin – poin peraturan tambahan dari OJK dari yang sebelumnya ECF menjadi ECF, antara lain:

1. Efek atau surat berharga; Sebelumnya ECF hanya diperbolehkan melakukan penerbitan efek ekuitas atau saham saja, namun untuk SCF diperluas menjadi pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

2. Kepemilikan Asing; Porsi yang diperbolehkan dimiliki oleh investor yang bukan warga negara Indonesia (investor asing) maksimal sebesar 49%.

3. Rekomendasi Asosiasi; Perusahaan penerbit mendapatkan rekomendasi dari asosiasi yaitu ALUDI (Asosiasi Layanan Urun Dana Indonesia). Pada tanggal 11 November 2020 ALUDI mendapat pengakuan menjadi asosiasi penyelenggara oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Pengawasan Pasar Modal dari Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-60/D.04/2020 Tentang Pengakuan Terhadap Perkumpulan Sebagai Asosiasi Penyelenggara Layanna Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi.

4. Dewan Syariah: Wajib memiliki dewan syariah jika menawarkan efek syariah

5. Escrow Account: Perusahaan penerbit wajib menggunakan escrow rekening bersama (rekber) atau sebuah akun yang digunakan untuk menampung dana khusus yang pengadaannya dilakukan dengan persuaratan tertentu sesuai dengan perjanjian antara penyetor dengan pihak yang berkepentingan dengan dana tersebut.

6. Memiliki rekening efek khusus bank kustodian

7. Memiliki perjanjian kerja sama dengan bank kustodian; yaitu suatu lembaga yang membantu dan bertanggung jawab untuk mengurus administrasi, mengamankan serta mengawasi aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan.

8. Memiliki perjanjian dengan lembaga pemeringkat kredit; yaitu PEFINDO yang merupakan satu-satunya perusahaan pemeringkat efek yang dimiliki oleh para pemegang saham domestik, telah melakukan pemeringkatan terhadap banyak perusahaan dan surat-surat utang yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.

Produk layanan Securities crowdfunding (SCF)

Tidak terbatas hanya saham SCF diperluas menjadi pengakuan utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

Dana dihimpun melalui Securities crowdfunding (SCF)

Penawaran Efek dilakukan dalam jangka waktu paling lama 12 (dua belas) bulan; dan total dana yang dihimpun melalui penawaran Efek paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Dalam kondisi tertentu Otoritas Jasa Keuangan dapat menetapkan nilai total penghimpunan dana selain nilai Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Status perusahaan berganti menjadi perusahaan publik jika jumlah pemegang saham Penerbit lebih dari 300 (tiga ratus) pihak dan jumlah modal disetor Penerbit lebih dari Rp30.000.000.000,00 (tiga puluh miliar rupiah).

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar