Sektor energi yang tidak akan pernah tergantikan

Sektor energi yang tidak akan pernah tergantikan

Beberapa waktu ini sejak perkembangan technology dan sosial media, beberapa Negara – Negara dalam pertemuan pentingnya sedang concern membahas tentang isu – isu lingkungan. Isu seperti plastik terkait pencemaran lingkungan lalu pemanasan global (global warning) yang membuat es kutub mencair yang diprediksi dapat menyebabkan ketidak seimbangan ekosistem membuat Negara – Negara memikirkan regulasi terkait lingkungannya.

Beberapa waktu yang lalu telah viral video sexy killer menjelang pilihan presiden, yang membuat orang sadar dan bertanya – Tanya terkait pelanggaran HAM dan pelanggaran lingkungan yang memunculkan inovasi – inovas dan ide untuk meninggalkan sumber daya lama seperti batu bara dan beralih ke energy terbarukan.

Memang Listrik Indonesia masih sangat bergantung pada batu bara, bahkan isu tentang batu bara telah diregulasi oleh Negara – Negara maju terkait kandungan yang aman dan diperbolehkan untuk diperjual belikan. Dalam  kuartal I 2019, penyaluran batubara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mencapai 23 juta ton. Jika di presentase jumlah tersebut adalah 23,95% dari target penyaluran batubara ke PLTU sepanjang tahun ini dan untuk tahun ini sendiri diprediksi kebutuhan batu bara akan meningkat sebesar 5%.

Negara pengimport batu bara terbesar sendiri adalah China, Import itu sempat mempengaruhi harga batu bara yang naik tinggi dari 2016. Hal tersebut juga dibuktikan dari kenaikan saham – saham batu bara seperti bangkitnya saham BUMI, DOID, INDY, HRUM, ITMG, PTBA dan ADRO. Namun untuk saat ini import dari Negara china mengalami penurunan dan membuat harga batu bara mengalami penurunan, ditambah lagi ketegangan Negara China dengan Amerika serikat serta penurunan pertumbuhan ekonomi Negara tirai bamboo tersebut, diprediksi akan sulit membuat harga batu mengalami permintaan yang tinggi dalam waktu dekat.

Untuk beradaptasi dengan perkembangan salah satu emiten yaitu ADRO yang bergerak di sektor batu bara telah membuat inovasi yaitu Envirocoal. Envirocoal di claim oleh perusahaan lebih ramah lingkungan dan memiliki polusi yang rendah. Di sisi lain emiten seperti JSKY yang menjual panel surya (solar panel) juga telah melantai di Bursa Efek Indonesia.

Fenomena tersebut membuat para investor berfikir bagaimana mencari perusahaan yang memiliki bisnis energy yang tidak bisa tergantikan untuk dipilih dan dijadikan dalam investasi jangka panjangnya. Sebenarnya sekto energy tersebut sudah ada sejak jaman dahulu bahkan emitennya sudah banyak yang melantai di bursa, sektor energy tersebut adalah sektor KOSUMSI.

Kosumsi adalah energy yang dibutuhkan manusia untuk hidup, anda tidak mungkin dalam sehari tidak memakan produk dari perusahaan kosumsi bukan ? sebut saja gula, garam, micin, beras, mie instan, ice cream, susu. Mungkin anda masih hidup tanpa mandi tanpa membutuhkan sabun, odol atau mungkin saja nanti seiring kemajuan zaman uang – uang akan digantikan serba virtual dan mungkin kita tidak membutuhkan bank namun tetap anda mau tidak mau harus makan untuk tetap hidup.

Kebutuhan akan kosumsi ini telah menjadikan sektor terbesar di IHSG bersama dengan bank. Saham seperti ICBP,INDF,UNVR,MYOR,HOKI,CLEO telah membuktikan performanya mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, sebut saja produk yang paling di muk bang para youtuber dunia yaitu Indomie produk dari emiten ICBP, produk ini sudah go International dan hampir semua Negara akan ditemui produk ini. Hal ini akan membuat pendapatan terus menerus untuk perusahaan dan tentunya saham dri perusahan tersebut akan dapat terangkat naik dari hasil penjualan produk tersebut. Hal ini berlaku juga untuk emiten lain seperti misalnya HOKI yang menjual beras atau CLEO yang menjual minuman.

Jika anda mencari sektor energy apa yang akan terus dibutuhkan dan tidak akan tergantikan, kenapa tidak kosumsi saja yang jelas – jelas terbukti mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

 

 

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar