Strategi Investasi Agresif

Strategi Investasi Agresif

Apa itu Strategi Investasi Agresif?

Strategi investasi agresif adalah suatu strategy yang mengacu pada gaya manajemen portofolio dengan tujuan memaksimalkan keuntungan dengan cara mengambil tingkat risiko yang lebih tinggi. Strategi ini lebih menekankan pada pencarian return sebagai tujuan utama dari pada keamanan pokok seperti fix income atau pendapatan tetap.

Strategi investasi agresif memiliki manajemen portofolio alokasi aset dengan bobot risiko tinggi seperti saham dan porsi kecil untuk instrumen investasi risiko rendah seperti obligasi.

Fungsi Strategi investasi

Strategi investasi agresif berfungsi untuk mendapatkan keuntungan lebih tinggi lagi dengan menerima risiko yang terkandung didalamnya. Biasanya strategi ini dianggap cocok dengan profil risiko yang juga agresif seperti usia muda yang masih produktif dan target finansial yang tinggi.

Investasi dengan timing yang panjang juga cocok dengan strategi ini karena mengabaikan volatilitas atau fluktuasi pasar dalam jangka waktu yang pendek.

Biasanya penasehat investasi memberikan rekomendasi investasi ini pada seseorang dengan toleransi yang tinggi terhadap risiko yang menjadi syarat utama untuk strategi investasi yang agresif.

Alokasi Strategi Investasi Agresif

Dalam reksadana profil risiko tinggi dikaitkan dengan reksadana saham yaitu sebuah portfolio investasi dengan 80% alokasi pada saham dan 20% bukan saham atau biasanya pendapatan tetap. Karena pembobotan tersebut reksadana saham akan lebih cenderung mengikuti pergerakan harga saham yang dibelinya.

Di negara lebih maju reksadana dengan tipe agresif memiliki cakupan lebih luas, misalnya reksadana komoditas, reksadana cryptocurrency atau reksadana untuk saham startup. Tentu komoditas dan cryptocurrency memiliki risiko yang lebih tinggi lagi daripada saham.

Bahkan dalam komponen ekuitas dari portofolio yang agresif, komposisi saham dapat mempengaruhi profil risikonya secara signifikan. Misalnya, komponen ekuitas yang hanya terdiri dari saham-saham blue chip dianggap kurang berisiko dibandingkan jika portofolio hanya memiliki saham-saham berkapitalisasi kecil. Jika ini kasusnya pada contoh sebelumnya, Portofolio B bisa dibilang dianggap kurang agresif daripada Portofolio A, meskipun memiliki 100% bobotnya dalam aset agresif.

Teknik Strategi Investasi Agresif

Tidak hanya bagaimana cara mengalokasikan dana dan membaginya, strategi agresif juga dapat mencakup strategi timing dengan perdagangan jangka pendek. Perdagangan jangka pendek dapat menghasilkan keuntungan yang lebih tinggi, tetapi juga dapat memberikan beban biaya transaksi yang lebih tinggi, sehingga meningkatkan risiko kinerja yang buruk.

Seiring perkembangan teknologi strategi agresif tidak hanya menggunakan cara beli dan tahan atau buy and hold yang konservatif, melainkan sudah banyak melibatkan teknologi seperti high frequency trading, algoritme trading, dan pendekatan lainnya yang lebih efektif dan efisien.

Keikut sertaan teknologi yang digunakan oleh perusahaan besar tersebut dikarenakan kemungkinan akan jauh lebih tidak stabil jika digunakan strategi konvensional yang memerlukan seringnya penyesuaian tergantung pada kondisi pasar.

Penyesuaian yang sering juga dianggap memberikan biaya tambahan dan tenaga tambahan karena manajer portofolio mungkin memerlukan lebih banyak staf untuk mengelola.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya!

 

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar