Bear Stearn

Bear Stearn

Apa itu Bear Stearn ?

Bear Stearns adalah Bank Investasi Global dan perusahaan keuangan yang berpusat di New York City didirikan pada tahun 1923, namun perusahaan tersebut bangkrut ketika Krisis Subprime mortgage pada tahun 2008.

Kebangkrutannya disebabkan kewajiban hutang dan asset beracun (toxic asset) yang disimpan dalam dana lindung nilai (hedge fund) dan dibeli dengan leverage tinggi yang menyebabkan perusahaan kolaps.

Sejarah perusahaan Bear Stearns

Perusahaan Bear Strearns didirikan pada tahun 1923 dan berhasil melewati Keruntuhan pasar saham tahun 1929, Bear Stearn menjadi bank investasi global dan memiliki cabang di seluruh dunia. Manajemen yang kompeten dan pengambilan risiko yang terukur membuat Bear Stearns terus tumbuh bersama ekonomi global, lalu Bear Stearn adalah salah satu perusahaan keuangan yang membantu Lewis Ranieri untuk membuat produk keuangan baru.

Pada awal tahun 2000-an, Bear Stearns adalah salah satu bank investasi terbesar di dunia dan anggota yang dihormati dari jajaran Bank investasi di Wall Street. Meskipun bertahan dan berkembang setelah Depresi Hebat (Great Depression), Bear Stearns adalah pemain dalam krisis hipotek dan berakibat Resesi subprime mortage.

Bear Stearns menyediakan berbagai layanan keuangan, salah satunya adalah dana lindung nilai yang menggunakan leverage yang ditingkatkan untuk mendapatkan keuntungan dari kewajiban hutang yang dijaminkan (CDO) . Pada bulan April 2007, pasar perumahan jatuh, dan bank investasi menyadari bahwa risiko dari strategi dana lindung nilai ini jauh lebih besar daripada yang diperkirakan pada awalnya.

Runtuhnya pasar properti memberikan efek kejut pada seluruh sistem keuangan, karena sebagian besar sistem tersebut didasarkan pada fondasi pasar perumahan yang menopang pasar derivatif. 

Keruntuhan Bear Stearns

Menggunakan Strategi Hedge Fund membuat Bear Stearns membukukan kerugian besar dan harus diselamatkan, Pertama kalinya Bear Strears mencatat kerugian kuartalan selama 80 tahun terakhir.

Perusahaan pemeringkat juga terus menurunkan Rating aset berbasis mortgage milik Bear Stearns dan kepemilikan lainnya, hal ini membuat perusahaan kekurangan likuiditas. Pada Maret 2008, Bear Stearn datang ke Federal Reserve untuk mendapatkan jaminan kredit melalui Term Securities Lending Facility. Namun Penurunan peringkat dari perusahaan rating lain  membuat perusahaan dalam posisi sulit, akhirnya Pada 13 Maret 2008, Bear Stearns dinyatakan bangkrut dan sahamnya anjlok.

Akuisisi Bears Stearn oleh JP Morgan

The Fed meminjamkan uang kepada JP Morgan Chase untuk melakukan pembelian Aset Bear Stearns yang dijual dengan harga diskon kepada JP Morgan Chase dan kemudian perusahaan mengeluarkan biaya beberapa miliar untuk menutup transaksi yang gagal dan menyelesaikan litigasi terhadap Bear Stearns. Alasan Bear Stearns dijual dengan sangat murah karena, pada saat itu tidak ada yang tahu Bank mana yang memiliki toxic asset atau seberapa besar masalah yang dapat ditimbulkan oleh produk sintetis yang terlihat tidak berbahaya di neraca.

Masalah Likuiditas yang dihadapi Bear Stearns karena eksposurnya terhadap Asset utang juga menimbulkan masalah di bank investasi lain. Banyak bank besar yang sangat terekspos pada investasi seperti ini, termasuk Lehman Brothers dan Merrill Lynch. Pada akhirnya, kolapsnya Bear Stearns dan penjualannya kepada JP Morgan Chase adalah awal dari Resesi di sektor perbankan dan investasi.

------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadilah investor pasar saham Indonesia.

Untuk pembukaan akun saham (rekening sekuritas) dapat menghubungi kami disini atau disini

Gratis tanpa dipungut biaya

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar