Konsep Operasional Dan Istilah - Istilah Dalam Bank Syariah

Konsep Operasional Dan Istilah - Istilah Dalam Bank Syariah

Operasional Bank Syariah

Operasional Bank Syariah berbeda dengan Bank konvensional dimana dalam system bank syariah operasional berdasarkan pada prinsip –prinsip syariat islam, yaitu dengan menerapkan “akad” yang tidak bertentangan dengan syariat.

Apa Itu Akad

Akad adalah suatu kesepakatan yang mengikat antara nasabah dengan Bank syariah yang di dalamnya memuat ijab (penawaran) dan Qabul (penerimaan).

Aktivitas Operasional Bank Syariah

a. Menghimpun Dana (Funding)

Tabungan/Deposito

  • Akad Wadiah

Perjanjian penitipan dana atau barang dari pemilik kepada penyimpan dana atau barang dengan kewajiban bagi pihak yang menyimpan untuk mengembalikan dana atau barang titipan sewaktu waktu.

  • Akad Mudharabah

Perjanjian penanaman dana dari pemilik dana (Shahibul Maal) kepada pengelola dana (Mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.

 b. Menyalurkan Dana (Lending)

Jual Beli (Ba’i)

  • Pembiayaan murabahah

Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli suatu barang sebesar harga perolehan barang ditambah dengan margin yang disepakati oleh para pihak, dimana penjual menginformasikan terlebih dahulu harga perolehan kepada pembeli.

  • Pembiayaan Salam

Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dengan cara pemesanan dengan syarat tertentu dan pembayaran tunai terlebih dahulu secara penuh.

  • Pembiayaan Istishna'

Perjanjian pembiayaan berupa transaksi jual beli barang dalam bentuk pemesanan pembuatan barang dengan criteria dan persyaratan tertentu yang disepakati dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan.

c. Sewa (Ijaroh)

Perjanjian pembiayaan berupa transaksi sewa menyewa atas suatu barang dan/atau jasa antara pemilik obyek sewa termasuk kepemilikan hak pakai atas obyek sewa dengan penyewa untuk mendapatkan imbalan atas obyek sewa yang disewakan.

d. Bagi hasil (Syirkah)

  • Pembiayaan Musyarokah

Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari dua atau lebih pemilik dana dan/atau barang untuk menjalankan usaha tertentu sesuai syariah dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan proporsi modal masing-masing.

  • Pembiayaan Mudharobah

Perjanjian pembiayaan/ penanaman dana dari pemilik dana (shahibul maal) kepada pengelola dana (mudharib) untuk melakukan kegiatan usaha tertentu yang sesuai syariah, dengan pembagian hasil usaha antara kedua belah pihak berdasarkan nisbah yang telah disepakati sebelumnya.

e. Memberikan Jasa Layanan ( Service)

  • Akad Wakalah

Akad perwakilan antara satu pihak kepada yang lain. Wakalah biasanya diterapkan untuk pembuatan Letter of Credit, atas pembelian barang di luar negeri (L/C Import) atau penerusan permintaan.

  • Akad Kafalah

Akad jaminan satu pihak kepada pihak lain. Dalam lembaga keuangan biasanya digunakan untuk membuat garansi atas suatu proyek (performance bond), partisipasi dalam tender (tender bond) atau pembayaran lebih dulu (advance payment bond).

  • Akad Sharf

Layanan jasa perbankan jual beli valuta asing sejalan dengan prinsip sharf. Jual beli mata uang yang tidak sejenis ini penyerahannya harus dilakukan pada waktu yang sama berdasarkna kurs jual atau kurs beli yang berlaku pada saat itu juga (transaksi spot).

  • Akad Qardh

Pembiayaan kepada nasabah untuk dana talangan segera dalam jangka waktu yang relative pendek, dan dana tersebut akan dikembalikan secepatnya sejumlah uang yang digunakannya.

  • Akad Rahn

Akad menggadaikan barang dari satu pihak kepada pihak yang lain, dengan uang sebagai gantinya. Akad ini digunakan sebagai akad tambahan pada pembiayaan yang berisiko dan memerlukan jaminan tambahan.

  • Akad Hiwalah

Akad pemindahan utang/piutang suatu pihak kepada pihak yang lain. Dalam lembaga keuangan hawalah diterapkan pada fasilitas tambahan kepada nasabah pembiayaan yang ingin menjual produknya kepada pembeli dengan jaminan pembayaran dari pembeli tersebut dalam bentuk giro mundur. Ini lazim disebut Post Dated Check. Namun disesuaikan dengan prinsip-prinsip Syariah.

*Sumber : Ojk.go.id

 

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar