Teori Trickle-Down

Teori Trickle-Down

Apa itu Teori Trickle-Down?

Trickle-down economy, atau “trickle-down theory”, adalah sebuah teori ekonomi yang menyatakan bahwa keringanan pajak dan keuntungan bagi perusahaan dan orang kaya akan mengalir ke semua orang.

Teori ini berpendapat bahwa, keringanan pajak pada pendapatan dan capital gain atau manfaat keuangan lainnya untuk bisnis besar, investor, dan pengusaha, itu dapat berfungsi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi .

Pendapat tersebut bergantung pada dua asumsi:

  • Semua anggota masyarakat mendapat manfaat dari pertumbuhan, dan
  • pertumbuhan kemungkinan besar datang dari mereka yang memiliki sumber daya dan keterampilan untuk meningkatkan hasil produksi.

Teori ekonomi trickle-down mirip dengan  ekonomi sisi penawaran . Teori itu menyatakan bahwa semua  pemotongan pajak memacu pertumbuhan ekonomi.

Teori trickle-down lebih spesifik. Dikatakan pemotongan pajak yang ditargetkan bekerja lebih baik daripada yang umum.

Memahami Teori Trickle-Down

Ekonomi trickle-down bersifat politis, bukan ilmiah. Meskipun umumnya dikaitkan dengan teori ekonomi “sisi penawaran”, tidak ada satu pun kebijakan ekonomi komprehensif yang diidentifikasi sebagai ekonomi “Trickle-Down”.

Kebijakan apa pun dapat dianggap sebagai “trickle-down” jika terdapat beberapa hal berikut ini:

Pertama, mekanisme utama kebijakan tersebut dilakukan secara tidak proporsional yaitu menguntungkan bisnis dan individu kaya dalam jangka pendek.

Kedua, kebijakan tersebut dirancang untuk meningkatkan standar hidup semua individu dalam jangka panjang.

Trickle-down ekonomi datang dalam berbagai bentuk. Ahli teori “sisi penawaran” percaya bahwa lebih sedikit regulasi, lalu pemotongan pajak untuk perusahaan dan individu berpenghasilan tinggi akan memberi insentif kepada perusahaan dan orang kaya untuk meningkatkan output dan menciptakan pekerjaan yang lebih baik.

Teori sisi permintaan percaya pada subsidi dan tarif, di mana orang kaya membutuhkan perlindungan untuk tetap membayar karyawan mereka atau untuk meningkatkan pengeluaran. 

Kritik terhadap Teori Trickle Down

  • Kesenjangan

Kebijakan trickle-down biasanya meningkatkan kekayaan dan keuntungan bagi segelintir orang yang sudah kaya.

Meskipun teori trickle-down berpendapat bahwa menempatkan lebih banyak uang di tangan orang kaya dan perusahaan akan mengoptimalkan pengeluaran dan kapitalisme pasar bebas,namun  ironisnya, hal itu terjadi dengan intervensi pemerintah.

Muncul pertanyaan seperti, industri mana yang mendapat subsidi dan mana yang tidak? Dan, seberapa besar pertumbuhan yang secara langsung disebabkan oleh kebijakan trickle-down?

Para kritikus berpendapat bahwa manfaat tambahan yang diterima orang kaya dapat mendistorsi struktur ekonomi.

Mereka yang berpenghasilan rendah tidak menerima pemotongan pajak yang menambah ketimpangan pendapatan yang meningkat di sebuah negara.

  • Pemotongan Pajak Lebih Baik Untuk Masyarakat Miskin

Banyak ekonom percaya bahwa pemotongan pajak untuk keluarga miskin dan pekerja lebih bermanfaat bagi perekonomian karena mereka akan membelanjakan uang karena mereka membutuhkan penghasilan tambahan.

Pemotongan pajak untuk sebuah perusahaan mungkin akan dilakukan hanya untuk buy back saham mereka,  sementara orang-orang kaya mungkin menghemat penghasilan tambahan daripada membelanjakannya.

  • Teori Trickle Down Hanya Salah Satu Faktor Pendorong Pertumbuhan Ekonomi

Para kritikus juga membuktikan bahwa setiap pertumbuhan ekonomi yang dihasilkan tidak dapat dikaitkan kembali dengan kebijakan trickle-down. Banyak faktor yang mendorong pertumbuhan, termasuk kebijakan moneter Federal Reserve Bank , seperti menurunkan suku bunga membuat pinjaman menjadi lebih murah.

Juga, perdagangan dan ekspor, yang merupakan penjualan dari perusahaan AS ke perusahaan asing, serta investasi asing langsung dari perusahaan dan investor di luar negeri, juga berkontribusi pada perekonomian.

  • Efek Tidak Terlalu Signifikan

Teori trickle-down paling erat selaras dengan prinsip-prinsip umum dari apa yang lebih sering disebut sebagai " ekonomi sisi penawaran ", yang selama empat puluh tahun disebut-sebut sebagai landasan logis dari teori trickle-down. Namun, pada bulan Desember 2020, sebuah laporan London School of Economics oleh David Hope dan Julian Limberg dirilis, laporan tersebut meneliti pemotongan pajak selama lima dekade di 18 negara kaya dan menemukan bahwa mereka secara konsisten menguntungkan orang kaya tetapi tidak memiliki efek berarti pada pengangguran atau pertumbuhan ekonomi".

Dipost Oleh Super Administrator

Follow us on IG : https://www.instagram.com/bigbrothersinvestment/ and Twitter : https://twitter.com/BigBroInvest

Post Terkait

Tinggalkan Komentar